Setiap keramas rasanya rambut yang rontok makin banyak. Saat...
Monday, 31 Aug 2026
Penyebab Melasma di Wajah: 7 Pemicu yang Sering Diabaikan
Bercak kecokelatan yang muncul perlahan di pipi, dahi, atau area atas bibir sering dianggap sebagai flek hitam biasa. Padahal, perubahan warna tersebut bisa menjadi tanda melasma di wajah, yaitu kondisi ketika warna kulit menjadi lebih gelap pada area tertentu.
Mengetahui penyebab melasma di wajah penting karena melasma tidak hanya dipengaruhi oleh sinar matahari. Perubahan hormon, faktor keturunan, obat tertentu, hingga iritasi akibat skincare juga ikut memicu atau memperburuk kondisinya. Dengan mengenali pemicunya, perawatan bisa dilakukan dengan lebih tepat dan risiko melasma bertambah gelap dapat dikurangi.
Perbedaan Melasma, Flek Hitam, dan Bekas Jerawat
Meski sama-sama membuat warna kulit tidak merata, ketiganya memiliki penyebab yang berbeda:
- Melasma: biasanya muncul simetris dan berkaitan dengan paparan sinar matahari, hormon, serta faktor keturunan.
- Flek hitam atau solar lentigo: lebih sering disebabkan paparan sinar UV dalam jangka panjang dan biasanya muncul pada area tertentu.
- Bekas jerawat atau PIH: muncul setelah jerawat mengalami peradangan dan meninggalkan bercak kecokelatan.
Karena penyebabnya berbeda, penanganan setiap kondisi pigmentasi juga perlu disesuaikan.
Area Wajah yang Sering Mengalami Melasma
Melasma paling sering muncul pada area tengah wajah, seperti dahi, pipi, hidung, atas bibir, dan dagu. Menurut DermNet, pola melasma pada area tengah wajah ditemukan pada sekitar 50 sampai 80 persen kasus.
Selain itu, melasma juga muncul terutama pada kedua pipi dan hidung atau mengikuti area rahang. Pola bercak yang muncul pada kedua sisi wajah menjadi salah satu petunjuk yang membantu dokter membedakan melasma dari jenis flek lainnya.
7 Penyebab Melasma di Wajah yang Sering Diabaikan
Tidak ada satu penyebab yang berlaku untuk semua orang. Dalam banyak kasus, beberapa faktor penyebab melasma bisa muncul secara bersamaan.
1. Paparan Sinar Matahari Tanpa Perlindungan Optimal
Paparan sinar ultraviolet merupakan salah satu penyebab melasma yang paling umum. Sinar UV akan merangsang kulit menghasilkan lebih banyak pigmen. Akibatnya, bercak melasma yang sebelumnya mulai memudar dapat kembali terlihat lebih gelap.
Karena itu, perlindungan dari matahari tidak cukup dilakukan hanya ketika pergi ke pantai atau beraktivitas lama di luar ruangan. Sunscreen tetap perlu digunakan secara rutin dalam aktivitas sehari-hari.
2. Perubahan Hormon
Melasma karena hormon cukup sering terjadi, terutama saat kehamilan atau ketika seseorang menggunakan kontrasepsi hormonal tertentu. American Academy of Dermatology menjelaskan bahwa peningkatan hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan diduga dapat ikut memicu melasma.
Sebuah tinjauan mengenai melasma juga melaporkan bahwa sekitar 40 sampai 50 persen perempuan dengan melasma mengalami kondisi yang berkaitan dengan kehamilan atau penggunaan kontrasepsi oral.Inilah salah satu alasan melasma juga sering dikenal sebagai mask of pregnancy.




