4. Paparan Panas dan Cahaya Tampak
Bukan hanya sinar ultraviolet yang perlu diperhatikan. Cahaya tampak dari lingkungan juga berpengaruh pada warna kulit. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa cahaya bisa merangsang pigmentasi, terutama pada orang dengan warna kulit sedang hingga gelap. Karena itu, panas sebaiknya tidak dianggap sebagai satu-satunya pemicu melasma, tetapi tetap perlu diperhatikan jika bercak terasa semakin gelap setelah sering terpapar suhu tinggi.
5. Penggunaan Skincare atau Kosmetik yang Mengiritasi
Skincare tidak otomatis menjadi penyebab melasma di wajah. Namun, produk yang membuat kulit terus-menerus iritasi bisa memperburuk warna kulit yang tidak merata. Kulit yang terlalu sering mengalami perih, kemerahan, atau mengelupas lebih mudah mengalami pigmentasi setelah peradangan.
Karena itu, menggunakan produk exfoliating atau peeling terlalu sering belum tentu membuat melasma lebih cepat hilang. Jika terlalu agresif, justru bisa membuat kondisi kulit semakin sensitif.
6. Konsumsi Obat-Obatan Tertentu
Beberapa jenis obat menjadi salah satu penyebab munculnya melasma atau membuat kulit lebih sensitif terhadap cahaya. American Academy of Dermatology menyebut obat antikejang, kontrasepsi oral, serta beberapa obat yang membuat kulit lebih sensitif terhadap matahari dapat berkaitan dengan munculnya melasma pada sebagian orang.
Namun, obat yang diberikan dokter tidak boleh dihentikan sendiri hanya karena muncul bercak pada wajah. Jika melasma mulai terlihat setelah menggunakan obat tertentu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mencari kemungkinan penyebabnya.
7. Stres dan Kondisi Kesehatan Tertentu
Stres juga sering disebut sebagai salah satu kemungkinan pemicu melasma, meskipun hubungan keduanya masih terus diteliti. Beberapa penelitian juga menemukan adanya hubungan antara melasma dan gangguan tiroid pada sebagian pasien. Namun, bukan berarti setiap orang yang mengalami melasma pasti memiliki masalah tiroid. Pemeriksaan tambahan biasanya baru diperlukan jika dokter menemukan gejala lain yang mengarah pada kondisi tertentu.