Kulit sehat dan cantik tidak hanya ditentukan oleh perawatan...
Monday, 31 Aug 2026
Pengobatan Infeksi Jamur Kulit di Klinik dr Ratna Surabaya
Gatal yang tidak kunjung reda, ruam kemerahan, atau kulit mengelupas sering dianggap sebagai iritasi biasa. Padahal, keluhan tersebut bisa menandakan infeksi jamur kulit yang muncul di kaki, selangkangan, kulit kepala, area berjanggut, hingga bagian tubuh yang lembap. Jamur tumbuh lebih mudah pada kulit yang hangat dan lembap. Saat infeksi berkembang, kulit terasa gatal atau perih, tampak bersisik, dan terkadang menunjukkan ruam berbentuk lingkaran. Meski umumnya tidak berbahaya, kondisi ini tetap mengganggu aktivitas dan kenyamanan.
Menurut WHO, lebih dari 650 juta orang di dunia mengalami infeksi jamur kulit pada satu waktu, sedangkan tinea atau kurap mencakup lebih dari separuh kasus tersebut. Angka ini menunjukkan bahwa infeksi jamur kulit sangat umum. Meski demikian, pengobatan jamur kulit membutuhkan penanganan yang tepat karena gejalanya sering menyerupai eksim, psoriasis, atau gangguan kulit lain. Dokter perlu memeriksa kondisi kulit terlebih dahulu untuk memastikan diagnosis dan memilih pengobatan yang sesuai dengan jenis infeksi serta kondisi kulit.
2. Tinea Cruris pada Selangkangan
Tinea cruris menyerang area selangkangan dan paha bagian atas. Kondisi ini biasanya menimbulkan ruam kemerahan yang terasa gatal. Penggunaan pakaian ketat, keringat berlebih, dan area lipatan yang lembap akan memperburuk keluhan.
Karena berada pada area sensitif, pengobatan tinea cruris sebaiknya mengikuti arahan dokter. Penggunaan krim sembarangan berisiko menyebabkan iritasi atau membuat gejalanya semakin sulit dikenali.
3. Tinea Capitis dan Tinea Barbae
Tinea capitis terjadi pada kulit kepala. Gejalanya meliputi gatal, kulit bersisik, kemerahan, serta rambut yang rontok pada area tertentu. Sementara itu, tinea barbae menyerang kulit pada area berjanggut.
Jenis lain yang juga sering ditemukan ialah tinea corporis atau kurap pada tubuh. Bentuknya biasanya berupa ruam melingkar dengan bagian tepi yang tampak lebih jelas. CDC memperkirakan hingga 25 persen penduduk dunia pernah mengalami tinea sepanjang hidupnya.
Penyebab dan Faktor Risiko Infeksi Jamur Kulit
Jamur menyukai lingkungan hangat dan lembap. Berikut beberapa penyebab jamur kulit dan faktor yang perlu diperhatikan:
- Membiarkan pakaian yang basah oleh keringat terlalu lama.
- Menggunakan pakaian atau sepatu yang terlalu ketat.
- Berjalan tanpa alas kaki di kamar mandi atau ruang ganti umum.
- Berbagi handuk, pakaian, kaos kaki, atau seprai.
- Bersentuhan langsung dengan orang atau hewan yang terinfeksi.
- Tidak menjaga lipatan tubuh tetap bersih dan kering.
- Memiliki daya tahan tubuh yang sedang menurun.
Pilihan Pengobatan Jamur Kulit di Klinik dr Ratna
Pemilihan obat jamur kulit perlu mempertimbangkan lokasi, luas infeksi, tingkat keparahan, serta kondisi kesehatan pasien. WHO menjelaskan bahwa obat antijamur oles mampu menangani sebagian besar kasus tinea. Dokter biasanya mempertimbangkan obat minum saat infeksi meluas, tergolong berat, atau tidak membaik setelah penggunaan obat oles.
Klinik dr Ratna Surabaya menyediakan layanan Fungal Infection sebagai bagian dari Medical Dermatology. Layanan ini mencantumkan perawatan berupa fungal cream atau krim antijamur dan fungal lotion.
Konsultasi dan Pemeriksaan Kulit
Sebelum menentukan pengobatan, dokter akan melihat bentuk, lokasi, luas, dan lama munculnya keluhan. Riwayat penggunaan obat sebelumnya juga penting untuk disampaikan. Informasi tersebut membantu dokter membedakan infeksi jamur dari masalah kulit lain yang memiliki gejala serupa.
Pada kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan pemeriksaan tambahan untuk memastikan penyebab ruam. Langkah ini penting terutama ketika infeksi sering berulang, meluas, atau tidak merespons pengobatan sebelumnya.
Krim atau Losion Antijamur
Krim dan losion antijamur bekerja langsung pada area kulit yang terinfeksi. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan lokasi serta kondisi kulit. Durasi pemakaian juga harus mengikuti petunjuk dokter meskipun rasa gatal sudah mulai berkurang.
Kajian mengenai penanganan tinea corporis, tinea cruris, dan tinea pedis menyebut obat oles umumnya digunakan selama sekitar 2 sampai 4 minggu. Namun, setiap pasien membutuhkan durasi berbeda. Menghentikan terapi terlalu cepat akan membuat jamur belum teratasi sepenuhnya dan lebih mudah kembali.
Jamur kulit membandel juga tidak selalu berarti obat yang digunakan kurang kuat. Infeksi bisa berulang karena diagnosis yang kurang tepat, pemakaian obat yang tidak teratur, kulit yang terus lembap, atau sumber penularan yang belum diatasi.
Kesimpulan
Infeksi jamur kulit memang umum terjadi, tetapi bukan berarti boleh diabaikan. Diagnosis yang tepat membantu menentukan pengobatan sesuai jenis, lokasi, dan tingkat keparahan infeksi.
Gatal, ruam, atau kulit bersisik yang terus muncul tentu mengganggu kenyamanan. Untuk mengatasinya, lakukan pengobatan jamur kulit di Klinik dr Ratna Surabaya dengan pemeriksaan dokter agar penanganan sesuai dengan kondisi kulit. Booking konsultasi tersedia melalui WhatsApp atau kunjungan langsung ke Klinik dr Ratna. Jangan biarkan infeksi semakin meluas atau sering kambuh. Segera konsultasikan kondisi kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.




