Pemilihan obat jamur kulit perlu mempertimbangkan lokasi, luas infeksi, tingkat keparahan, serta kondisi kesehatan pasien. WHO menjelaskan bahwa obat antijamur oles mampu menangani sebagian besar kasus tinea. Dokter biasanya mempertimbangkan obat minum saat infeksi meluas, tergolong berat, atau tidak membaik setelah penggunaan obat oles.
Klinik dr Ratna Surabaya menyediakan layanan Fungal Infection sebagai bagian dari Medical Dermatology. Layanan ini mencantumkan perawatan berupa fungal cream atau krim antijamur dan fungal lotion.
Konsultasi dan Pemeriksaan Kulit
Sebelum menentukan pengobatan, dokter akan melihat bentuk, lokasi, luas, dan lama munculnya keluhan. Riwayat penggunaan obat sebelumnya juga penting untuk disampaikan. Informasi tersebut membantu dokter membedakan infeksi jamur dari masalah kulit lain yang memiliki gejala serupa.
Pada kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan pemeriksaan tambahan untuk memastikan penyebab ruam. Langkah ini penting terutama ketika infeksi sering berulang, meluas, atau tidak merespons pengobatan sebelumnya.
Krim atau Losion Antijamur
Krim dan losion antijamur bekerja langsung pada area kulit yang terinfeksi. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan lokasi serta kondisi kulit. Durasi pemakaian juga harus mengikuti petunjuk dokter meskipun rasa gatal sudah mulai berkurang.
Kajian mengenai penanganan tinea corporis, tinea cruris, dan tinea pedis menyebut obat oles umumnya digunakan selama sekitar 2 sampai 4 minggu. Namun, setiap pasien membutuhkan durasi berbeda. Menghentikan terapi terlalu cepat akan membuat jamur belum teratasi sepenuhnya dan lebih mudah kembali.
Jamur kulit membandel juga tidak selalu berarti obat yang digunakan kurang kuat. Infeksi bisa berulang karena diagnosis yang kurang tepat, pemakaian obat yang tidak teratur, kulit yang terus lembap, atau sumber penularan yang belum diatasi.