Secara visual, lentigo memang tampak mirip seperti flek hita...
Eksim atau Infeksi Jamur? Kenali Perbedaannya Sebelum Salah Mengobati
Kulit yang terasa gatal, kemerahan, kering, atau bersisik sering kali membuat seseorang langsung berpikir bahwa penyebabnya adalah infeksi jamur. Padahal, keluhan tersebut juga bisa muncul akibat eksim atau kondisi kulit lainnya. Karena memiliki gejala yang cukup mirip, eksim dan infeksi jamur terkadang sulit dibedakan hanya dari tampilan kulit.
Perbedaan ini penting untuk diperhatikan karena eksim dan infeksi jamur memiliki penyebab serta penanganan yang berbeda. Menggunakan obat yang tidak sesuai dengan penyebab keluhan justru bisa membuat kondisi kulit semakin sulit ditangani.
Lantas, bagaimana membedakan eksim dan infeksi jamur pada kulit?
Eksim atau Infeksi Jamur: Apa Perbedaannya?
Sekilas, eksim dan infeksi jamur memang dapat terlihat serupa. Namun, terdapat beberapa karakteristik yang dapat membantu membedakannya.
1. Penyebab
Eksim merupakan kondisi peradangan kulit, sedangkan infeksi jamur disebabkan oleh pertumbuhan jamur pada kulit.
2. Bentuk dan pola ruam
Eksim menyebabkan kulit kering, kemerahan, bersisik, atau mengalami perubahan tekstur. Bentuknya sangat bervariasi tergantung jenis eksim.
Sementara itu, infeksi jamur tertentu dapat membentuk ruam yang melebar dari bagian tepi dengan batas yang relatif lebih jelas. Pada beberapa kasus, bagian tengah ruam terlihat lebih tenang dibandingkan bagian tepinya.
3. Perkembangan keluhan
Eksim biasanya mengalami periode kambuh dan membaik. Faktor tertentu, seperti kulit kering, bahan iritan, atau pemicu lainnya, bisa memperburuk keluhan.
Infeksi jamur juga semakin meluas jika tidak mendapatkan penanganan yang sesuai. Area yang terinfeksi akan bertambah dan muncul di bagian kulit lain.
4. Penanganan
Karena penyebabnya berbeda, pengobatan eksim dan infeksi jamur juga tidak sama. Eksim umumnya membutuhkan penanganan untuk mengendalikan peradangan dan menjaga kondisi skin barrier, sedangkan infeksi jamur membutuhkan terapi antijamur.
Jangan Sembarangan Menggunakan Krim Steroid pada Ruam yang Belum Jelas
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan krim steroid tanpa diagnosis yang tepat. Obat steroid memang bisa digunakan dalam penanganan kondisi peradangan kulit tertentu, termasuk beberapa jenis eksim. Namun, obat ini bukan terapi untuk mengatasi infeksi jamur.
Penggunaan steroid pada infeksi jamur akan mengubah tampilan ruam dan membuat infeksi semakin sulit dikenali. Dalam kondisi tertentu, infeksi juga semakin menyebar.
Karena itu, sebaiknya hindari menggunakan krim steroid secara sembarangan ketika penyebab ruam belum diketahui. Begitu pula dengan mengganti-ganti obat berdasarkan perkiraan sendiri.
Bagaimana Dokter Membedakan Eksim dan Infeksi Jamur?
Dokter akan melihat lokasi, bentuk, pola ruam, kondisi permukaan kulit, serta perkembangan keluhan dari waktu ke waktu. Riwayat penggunaan obat atau krim sebelumnya juga penting, terutama jika ruam belum membaik setelah mendapat pengobatan.
Jika diperlukan, dokter bisa melakukan pemeriksaan tambahan dengan mengambil sampel dari permukaan kulit untuk memastikan adanya infeksi jamur. Hasil pemeriksaan ini membantu menentukan penanganan yang sesuai dengan penyebab dan kondisi kulit.
Kapan Ruam Kulit Sebaiknya Diperiksakan ke Dokter?
Tidak semua ruam kulit membutuhkan pemeriksaan segera. Namun, konsultasi dengan dokter kulit sebaiknya dipertimbangkan apabila:
- Ruam semakin meluas atau muncul di area tubuh lainnya.
- Gatal atau rasa tidak nyaman mengganggu aktivitas sehari-hari.
- Kulit mengalami luka akibat sering digaruk.
- Keluhan tidak kunjung membaik.
- Ruam sering kambuh.
- Tidak yakin apakah kondisi kulit disebabkan oleh eksim atau infeksi jamur.
- Kondisi kulit justru memburuk setelah menggunakan obat atau krim tertentu.
Terlebih jika keluhan berada di area sensitif, muncul pada anak, atau disertai tanda infeksi sekunder seperti nyeri, bengkak, atau keluarnya cairan, pemeriksaan medis diperlukan untuk menentukan penanganan yang sesuai.




