Surabaya

Senin. Selasa. Jumat: 15.00-21.00 | Rabu-Kamis: 11.00-18.00 | Sabtu: 09.00-14.00

Eksim atau Infeksi Jamur? Kenali Perbedaannya Sebelum Salah Mengobati

Eksim atau Infeksi Jamur? Kenali Perbedaannya Sebelum Salah Mengobati

18 hours ago

Kulit yang terasa gatal, kemerahan, kering, atau bersisik sering kali membuat seseorang langsung berpikir bahwa penyebabnya adalah infeksi jamur. Padahal, keluhan tersebut juga bisa muncul akibat eksim atau kondisi kulit lainnya. Karena memiliki gejala yang cukup mirip, eksim dan infeksi jamur terkadang sulit dibedakan hanya dari tampilan kulit.

Perbedaan ini penting untuk diperhatikan karena eksim dan infeksi jamur memiliki penyebab serta penanganan yang berbeda. Menggunakan obat yang tidak sesuai dengan penyebab keluhan justru bisa membuat kondisi kulit semakin sulit ditangani.

Lantas, bagaimana membedakan eksim dan infeksi jamur pada kulit?

Apa Itu Eksim?

Eksim merupakan kondisi peradangan pada kulit yang dapat menyebabkan kulit menjadi kering, gatal, kemerahan, bersisik, atau mengalami iritasi. Pada kondisi tertentu, kulit juga bisa menjadi lebih tebal akibat sering digaruk.

Eksim memiliki beberapa jenis dengan karakteristik yang berbeda. Salah satunya adalah dermatitis atopik yang sering berkaitan dengan kulit sensitif dan gangguan pada fungsi pelindung kulit. Ada pula eksim numular yang menimbulkan bercak berbentuk bulat sehingga terkadang terlihat menyerupai infeksi jamur.

Eksim bukan disebabkan oleh jamur. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kulit yang sensitif, faktor genetik, iritan, alergi, lingkungan, hingga kondisi tertentu yang memicu peradangan kulit.

Apa Itu Infeksi Jamur pada Kulit?

Berbeda dengan eksim, infeksi jamur pada kulit terjadi karena pertumbuhan jamur pada jaringan kulit. Salah satu jenis yang cukup umum adalah dermatofitosis atau ringworm.

Infeksi jamur bisa muncul di berbagai bagian tubuh, termasuk badan, kaki, selangkangan, kulit kepala, hingga kuku. Gejalanya berupa rasa gatal, kemerahan, kulit bersisik, dan ruam yang perlahan meluas.

Pada beberapa kasus, infeksi jamur pada kulit tubuh terlihat seperti bercak berbentuk lingkaran dengan bagian tepi yang lebih jelas dan bersisik. Namun, tidak semua infeksi jamur memiliki bentuk seperti cincin. Karena itu, bentuk ruam saja tidak selalu cukup untuk memastikan penyebabnya.

Eksim atau Infeksi Jamur: Apa Perbedaannya?

Sekilas, eksim dan infeksi jamur memang dapat terlihat serupa. Namun, terdapat beberapa karakteristik yang dapat membantu membedakannya.

1. Penyebab

Eksim merupakan kondisi peradangan kulit, sedangkan infeksi jamur disebabkan oleh pertumbuhan jamur pada kulit.

2. Bentuk dan pola ruam

Eksim menyebabkan kulit kering, kemerahan, bersisik, atau mengalami perubahan tekstur. Bentuknya sangat bervariasi tergantung jenis eksim.

Sementara itu, infeksi jamur tertentu dapat membentuk ruam yang melebar dari bagian tepi dengan batas yang relatif lebih jelas. Pada beberapa kasus, bagian tengah ruam terlihat lebih tenang dibandingkan bagian tepinya.

3. Perkembangan keluhan

Eksim biasanya mengalami periode kambuh dan membaik. Faktor tertentu, seperti kulit kering, bahan iritan, atau pemicu lainnya, bisa memperburuk keluhan.

Infeksi jamur juga semakin meluas jika tidak mendapatkan penanganan yang sesuai. Area yang terinfeksi akan bertambah dan muncul di bagian kulit lain.

4. Penanganan

Karena penyebabnya berbeda, pengobatan eksim dan infeksi jamur juga tidak sama. Eksim umumnya membutuhkan penanganan untuk mengendalikan peradangan dan menjaga kondisi skin barrier, sedangkan infeksi jamur membutuhkan terapi antijamur.

Mengapa Eksim dan Infeksi Jamur Sering Tertukar?

Kemiripan gejala menjadi salah satu alasan utama keduanya sering dianggap sama. Rasa gatal, kemerahan, kulit bersisik, dan munculnya bercak dapat ditemukan pada kedua kondisi tersebut.

Selain itu, tidak semua kasus infeksi jamur menunjukkan bentuk ruam yang khas. Di sisi lain, beberapa jenis eksim juga dapat membentuk bercak yang bulat atau memiliki batas cukup jelas.

Artinya, melihat ruam secara sekilas belum tentu cukup untuk menentukan apakah keluhan disebabkan oleh eksim atau infeksi jamur.

Jika diagnosisnya tidak tepat, seseorang bisa memilih produk atau obat yang sebenarnya tidak sesuai dengan kondisi kulitnya.

Jangan Sembarangan Menggunakan Krim Steroid pada Ruam yang Belum Jelas

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan krim steroid tanpa diagnosis yang tepat. Obat steroid memang bisa digunakan dalam penanganan kondisi peradangan kulit tertentu, termasuk beberapa jenis eksim. Namun, obat ini bukan terapi untuk mengatasi infeksi jamur.

Penggunaan steroid pada infeksi jamur akan mengubah tampilan ruam dan membuat infeksi semakin sulit dikenali. Dalam kondisi tertentu, infeksi juga semakin menyebar.

Karena itu, sebaiknya hindari menggunakan krim steroid secara sembarangan ketika penyebab ruam belum diketahui. Begitu pula dengan mengganti-ganti obat berdasarkan perkiraan sendiri.

Bagaimana Dokter Membedakan Eksim dan Infeksi Jamur?

Dokter akan melihat lokasi, bentuk, pola ruam, kondisi permukaan kulit, serta perkembangan keluhan dari waktu ke waktu. Riwayat penggunaan obat atau krim sebelumnya juga penting, terutama jika ruam belum membaik setelah mendapat pengobatan.

Jika diperlukan, dokter bisa melakukan pemeriksaan tambahan dengan mengambil sampel dari permukaan kulit untuk memastikan adanya infeksi jamur. Hasil pemeriksaan ini membantu menentukan penanganan yang sesuai dengan penyebab dan kondisi kulit.

Kapan Ruam Kulit Sebaiknya Diperiksakan ke Dokter?

Tidak semua ruam kulit membutuhkan pemeriksaan segera. Namun, konsultasi dengan dokter kulit sebaiknya dipertimbangkan apabila:

  • Ruam semakin meluas atau muncul di area tubuh lainnya.
  • Gatal atau rasa tidak nyaman mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Kulit mengalami luka akibat sering digaruk.
  • Keluhan tidak kunjung membaik.
  • Ruam sering kambuh.
  • Tidak yakin apakah kondisi kulit disebabkan oleh eksim atau infeksi jamur.
  • Kondisi kulit justru memburuk setelah menggunakan obat atau krim tertentu.

Terlebih jika keluhan berada di area sensitif, muncul pada anak, atau disertai tanda infeksi sekunder seperti nyeri, bengkak, atau keluarnya cairan, pemeriksaan medis diperlukan untuk menentukan penanganan yang sesuai.

Jangan Menebak Penyebab Ruam, Pastikan Diagnosisnya

Eksim dan infeksi jamur sama-sama menyebabkan kulit gatal, kemerahan, dan bersisik. Namun, keduanya bukan kondisi yang sama sehingga membutuhkan pendekatan pengobatan yang berbeda.

Mengenali karakteristik umum keduanya memang membantu meningkatkan kewaspadaan, tetapi tampilan ruam saja tidak selalu cukup untuk menentukan diagnosis. Terutama jika keluhan menetap, meluas, atau tidak membaik setelah penggunaan produk tertentu.

Daripada mencoba berbagai obat sendiri, pemeriksaan oleh dokter kulit dapat membantu memastikan penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi kulit.

Jika Anda mengalami ruam atau keluhan kulit yang belum diketahui penyebabnya, konsultasikan kondisi kulit Anda dengan dokter di Klinik dr. Ratna Surabaya untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang sesuai.

Hubungi Klinik dr Ratna untuk Dapatkan Facial Treatment Oleh Dokter Profesional!

Kunjungi Klinik dr Ratna dan temukan layanan medis kebutuhan Anda bersama dokter kecantikan dan dermatologist terbaik kami. Buat janji temu sekarang!

Artikel Terkait

Kenali Perbedaan Lentigo dengan Flek Biasa agar Tidak Salah Perawatan

Secara visual, lentigo memang tampak mirip seperti flek hita...

Kenali Perbedaan Lentigo dengan Flek Biasa agar Tidak Salah Perawatan

Secara visual, lentigo memang tampak mirip seperti flek hita...

Fungal Acne vs Jerawat Biasa: Kenali Bedanya agar Tidak Salah Perawatan

Tidak semua bruntusan dan bintil kecil di kulit merupakan je...

Jangan Asal Treatment, Kenali Acne Treatment Red Flag Paling Berbahaya Sebelum Terlambat

Jerawat adalah masalah kulit yang umum, tetapi penanganannya...

Kenali 7 Tanda Penuaan Dini yang Sering Terabaikan

Apakah Anda merasa kulit Anda mulai kehilangan kecerahan dan...