Ptosis setelah botox atau botulinum toxin-induced blepharoptosis merupakan kondisi ketika kelopak mata atas turun akibat melemahnya otot pengangkat kelopak setelah injeksi botulinum toxin.
Menurut tinjauan ilmiah yang dipublikasikan dalam Journal of Cosmetic Dermatology, eyelid ptosis diperkirakan terjadi pada sekitar 2,5 persen pasien yang mendapatkan botulinum toxin tipe A. Kondisinya bisa terjadi pada satu maupun kedua mata.
Beberapa orang mungkin hanya mengalami kelopak yang sedikit lebih rendah. Pada kondisi yang lebih terlihat, pasien mungkin merasakan kelopak berat, bukaan mata mengecil, atau kesulitan membuka mata secara maksimal.
Penyebab Utama Ptosis Setelah Botox
Salah satu penyebab ptosis setelah botox adalah penyebaran botulinum toxin ke area di luar otot yang menjadi target. Risiko ini dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk posisi titik injeksi, dosis, anatomi wajah, dan teknik penyuntikan. Bahkan, literatur menyebutkan komplikasi ini masih mungkin terjadi meskipun prosedur dilakukan oleh praktisi berpengalaman.
Keluhan botox dahi menyebabkan mata turun juga perlu diperiksa lebih lanjut karena tampilan mata turun tidak selalu disebabkan eyelid ptosis. Dalam beberapa kasus, yang terjadi adalah brow ptosis, yaitu posisi alis menjadi lebih rendah akibat perubahan aktivitas otot dahi. Eyelid ptosis dan brow ptosis membutuhkan evaluasi berbeda sehingga tidak ideal jika didiagnosis sendiri berdasarkan tampilan di cermin.