Klinik dr Ratna menyediakan beberapa pilihan perawatan anti-aging. Setiap treatment memiliki fungsi berbeda sehingga dokter perlu menyesuaikannya dengan kondisi dan kebutuhan kulit.
1. Sofwave untuk Membantu Mengencangkan Kulit
Sofwave menggunakan energi ultrasound untuk memberikan panas terkontrol pada lapisan kulit tertentu. Proses ini bertujuan membantu merangsang pembentukan kolagen yang dibutuhkan untuk menjaga kekencangan kulit.
Treatment untuk mengencangkan kulit wajah ini bisa menjadi pilihan untuk kekenduran ringan hingga sedang. Hasilnya biasanya muncul secara bertahap karena tubuh memerlukan waktu untuk membentuk kolagen baru.
2. Botox untuk Mengurangi Kerutan Akibat Ekspresi
Kerutan pada dahi, antara alis, dan sudut mata sering terbentuk akibat gerakan otot yang berulang. Botox untuk kerutan wajah bekerja dengan mengurangi gerakan otot tersebut untuk sementara sehingga garis ekspresi terlihat lebih samar.
Menurut American Academy of Dermatology, efek botulinum toxin umumnya bertahan sekitar 3 sampai 4 bulan, meski hasil setiap orang dapat berbeda. Dokter perlu menentukan titik dan jumlah suntikan dengan tepat agar hasilnya tidak terlihat kaku.
3. Filler untuk Mengembalikan Volume Wajah
Bertambahnya usia membuat pipi, pelipis, atau area lain terlihat lebih cekung. Filler wajah anti aging digunakan untuk mengisi volume yang berkurang sekaligus membantu memperbaiki kontur wajah.
4. Laser Anti Aging untuk Tekstur dan Warna Kulit
Laser skin resurfacing dan photorejuvenation membantu mengatasi garis halus, flek, kulit kusam, serta tekstur yang tidak rata. Energi laser bekerja pada bagian kulit tertentu untuk membantu proses pembaruan kulit. Namun, tidak semua jenis laser memiliki fungsi yang sama. Dokter perlu menyesuaikan jenis laser anti aging, tingkat energi, jumlah sesi, dan waktu pemulihan dengan warna serta kondisi kulit.
5. Microneedling untuk Peremajaan Kulit
Microneedling menggunakan jarum berukuran sangat kecil untuk membuat luka mikro yang terkontrol. Luka tersebut memicu proses perbaikan alami kulit dan mendukung pembentukan kolagen.
Meski demikian, microneedling untuk peremajaan kulit perlu dilakukan dengan alat steril dan kedalaman yang sesuai. Pengaturan yang terlalu agresif justru dapat meningkatkan risiko iritasi atau masalah pigmentasi.