Penyebab skin barrier rusak sering kali tidak berasal dari satu faktor. Beberapa kebiasaan kecil dapat terakumulasi hingga kulit akhirnya menunjukkan reaksi.
Pemicu yang umum meliputi eksfoliasi terlalu sering, menggabungkan beberapa bahan aktif, mencuci wajah berulang kali, memakai air terlalu panas, serta menggunakan produk dengan formula yang terlalu keras. Retinoid, AHA, BHA, scrub, dan benzoyl peroxide juga dapat memicu iritasi apabila digunakan tanpa mempertimbangkan toleransi kulit.
Paparan sinar matahari, udara kering, perubahan cuaca, polusi, kurang tidur, dan kebiasaan menggosok wajah juga bisa memperburuk kondisi. Selain itu, dermatitis atopik, dermatitis kontak, rosacea, dan psoriasis dapat menimbulkan keluhan menyerupai kerusakan skin barrier. Oleh sebab itu, kondisi kulit yang menetap sebaiknya tidak didiagnosis sendiri.