Bekas luka sering kali mengganggu penampilan dan menurunkan ...
Kelopak Mata Turun Setelah Botox? Kenali Botox Ptosis dan Cara Menanganinya
Mengapa Kelopak Mata Bisa Turun Setelah Botox?
Botulinum toxin bekerja dengan mengurangi aktivitas otot pada area tertentu. Ketika digunakan dengan indikasi, dosis, dan teknik yang tepat, efek ini dapat membantu mengurangi kontraksi otot penyebab kerutan dinamis. Namun, salah satu efek samping botox pada mata yang mungkin terjadi adalah ptosis atau turunnya kelopak mata.
Masalah tersebut terjadi apabila botulinum toxin menyebar dari area injeksi ke otot levator palpebrae superioris, yaitu otot yang berperan penting dalam mengangkat kelopak mata atas. Ketika aktivitas otot ini berkurang, kelopak mata tampak lebih rendah dari posisi normal.
Itulah mengapa keluhan seperti mata turun setelah botox sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai kegagalan permanen treatment.
Ptosis Setelah Botox: Apa Itu dan Kenapa Bisa Terjadi?
Ptosis setelah botox atau botulinum toxin-induced blepharoptosis merupakan kondisi ketika kelopak mata atas turun akibat melemahnya otot pengangkat kelopak setelah injeksi botulinum toxin.
Menurut tinjauan ilmiah yang dipublikasikan dalam Journal of Cosmetic Dermatology, eyelid ptosis diperkirakan terjadi pada sekitar 2,5 persen pasien yang mendapatkan botulinum toxin tipe A. Kondisinya bisa terjadi pada satu maupun kedua mata.
Beberapa orang mungkin hanya mengalami kelopak yang sedikit lebih rendah. Pada kondisi yang lebih terlihat, pasien mungkin merasakan kelopak berat, bukaan mata mengecil, atau kesulitan membuka mata secara maksimal.
Penyebab Utama Ptosis Setelah Botox
Salah satu penyebab ptosis setelah botox adalah penyebaran botulinum toxin ke area di luar otot yang menjadi target. Risiko ini dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk posisi titik injeksi, dosis, anatomi wajah, dan teknik penyuntikan. Bahkan, literatur menyebutkan komplikasi ini masih mungkin terjadi meskipun prosedur dilakukan oleh praktisi berpengalaman.
Keluhan botox dahi menyebabkan mata turun juga perlu diperiksa lebih lanjut karena tampilan mata turun tidak selalu disebabkan eyelid ptosis. Dalam beberapa kasus, yang terjadi adalah brow ptosis, yaitu posisi alis menjadi lebih rendah akibat perubahan aktivitas otot dahi. Eyelid ptosis dan brow ptosis membutuhkan evaluasi berbeda sehingga tidak ideal jika didiagnosis sendiri berdasarkan tampilan di cermin.
Jangan Panik, Ini yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mengalami Ptosis Setelah Botox
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menghubungi dokter dan menjelaskan kapan Botox dilakukan, area yang diinjeksi, serta kapan perubahan pada kelopak mulai terasa.
Dokter perlu memastikan apakah kondisi tersebut benar-benar eyelid ptosis, brow ptosis, atau perubahan lain di sekitar mata. Evaluasi ini penting karena cara mengatasi kelopak mata turun setelah botox tidak dapat disamaratakan untuk semua pasien.
Hindari menggunakan obat tetes mata sendiri atau mencari treatment tambahan tanpa evaluasi medis. Area mata memiliki struktur anatomi yang kompleks sehingga tindakan koreksi perlu mempertimbangkan posisi kelopak, alis, aktivitas otot, serta prosedur Botox sebelumnya.
Jika ptosis disertai gangguan penglihatan yang signifikan atau keluhan mata lain yang tidak biasa, pemeriksaan sebaiknya dilakukan lebih cepat. American Academy of Ophthalmology menyebut ptosis sebagai efek samping Botox yang lebih jarang tetapi akan mengganggu kemampuan melihat.
Seberapa Cepat Kelopak Mata Bisa Membaik Setelah Penanganan?
Kecepatan pemulihan bergantung pada tingkat ptosis, jumlah dan lokasi Botox sebelumnya, kondisi otot, anatomi area mata, serta pilihan penanganannya.
Literatur menunjukkan sebagian besar kasus membaik dalam beberapa minggu. Namun, terdapat pula laporan ptosis yang bertahan lebih lama. Hal ini menjadi alasan mengapa timeline pemulihan tidak sebaiknya disamaratakan pada semua pasien.
Dokumentasi perkembangan dari minggu ke minggu juga lebih bermanfaat dibanding menilai hasil hanya beberapa hari setelah tindakan.




