Jerawat meradang bukan sekadar masalah kulit biasa. Kondisi ...
Kenapa Bopeng Bekas Jerawat (Acne Scar) Membutuhkan Tindakan Dokter, Bukan Krim?
Sudah ganti-ganti serum, pakai krim bekas jerawat, bahkan rutin melakukan skincare berbulan-bulan, tetapi bopeng tetap terlihat?
Hal seperti ini cukup sering terjadi. Bukan karena semua produk yang digunakan tidak bekerja, tetapi karena bopeng bekas jerawat bukan sekadar masalah di permukaan kulit.
Berbeda dengan noda hitam atau kemerahan setelah jerawat, bopeng atau acne scar terbentuk akibat perubahan pada jaringan kulit. Saat bekas jerawat sudah membentuk cekungan, penanganannya biasanya tidak cukup hanya dengan krim.
Lalu, kenapa tindakan dokter lebih dibutuhkan untuk mengatasi kondisi ini?
Bentuk Bopeng Bisa Berbeda pada Setiap Orang
Tidak semua bopeng terlihat sama. Dokter biasanya membedakan acne scar berdasarkan bentuk dan karakteristiknya.
- Ice Pick Scar
Ice Pick Scar
Bentuknya kecil dan sempit, tetapi masuk cukup dalam ke kulit. Sekilas terlihat seperti lubang kecil atau bekas tusukan.
- Boxcar Scar
Boxcar Scar
Cekungannya cenderung lebih lebar. Bagian tepinya biasanya terlihat cukup jelas, seperti permukaan kulit yang turun pada satu area.
- Rolling Scar
Rolling Scar
Jenis ini membuat permukaan kulit terlihat seperti bergelombang. Biasanya ada jaringan parut di bawah kulit yang menarik permukaan ke arah bawah.
Seseorang juga bisa memiliki kombinasi beberapa jenis scar sekaligus.
Karena itu, melihat foto before-after orang lain lalu memilih treatment yang sama belum tentu memberikan hasil yang sesuai.
Apakah Bopeng Bisa Hilang dalam Sekali Treatment?
Keinginan untuk mendapatkan kulit rata kembali setelah satu kali tindakan tentu wajar. Namun, acne scar biasanya memerlukan proses bertahap.
Setelah treatment, kulit membutuhkan waktu untuk melakukan proses penyembuhan dan pembentukan kolagen baru.
Pada sebagian orang, beberapa sesi mungkin diperlukan untuk mendapatkan perbaikan yang terlihat. Jumlah dan jaraknya bergantung pada jenis scar, kondisi kulit, treatment yang digunakan, dan respons masing-masing kulit.
Tujuan treatment juga sebaiknya realistis.
Bukan menjanjikan bopeng hilang 100%, tetapi membantu memperbaiki kedalaman scar dan membuat tekstur kulit terlihat lebih baik secara bertahap.
Jerawat Aktif Juga Perlu Dikendalikan
Ada satu hal yang sering terlewat ketika seseorang terlalu fokus pada bopeng: jerawatnya sendiri masih terus muncul.
Jika jerawat meradang masih sering terjadi, ada kemungkinan scar baru ikut terbentuk.
Karena itu, dokter bisa saja menyarankan untuk mengontrol jerawat terlebih dahulu atau menanganinya bersamaan dengan perawatan scar.
Pendekatan ini membantu mencegah situasi di mana bopeng lama sudah mulai membaik, tetapi scar baru terus muncul.
Jadi, Kapan Sebaiknya Bopeng Diperiksakan?
Tidak perlu menunggu sampai bopeng menjadi sangat dalam.
Anda bisa mempertimbangkan konsultasi jika bekas jerawat sudah terasa cekung, tekstur kulit terlihat tidak rata, atau hasil skincare tidak banyak mengubah bentuk scar.
Pemeriksaan juga berguna jika Anda sudah lama mencari cara menghilangkan bopeng tetapi masih bingung memilih antara laser, microneedling, subcision, atau treatment lainnya.
Daripada mencoba prosedur secara acak, lebih baik mengetahui lebih dahulu jenis scar yang dimiliki.
Jika Anda memiliki bopeng bekas jerawat dan ingin mengetahui pilihan perawatan yang sesuai, konsultasi di Klinik dr Ratna Surabaya bisa menjadi langkah awal. Dokter akan menilai kondisi kulit dan karakter acne scar terlebih dahulu sebelum menentukan treatment yang sesuai dengan kebutuhan kulit Anda.




