Surabaya

Senin. Selasa. Jumat: 15.00-21.00 | Rabu-Kamis: 11.00-18.00 | Sabtu: 09.00-14.00

Bahaya Menggunakan Krim Bermerkuri: Kenapa Kulit Bisa Rusak Parah?

Bahaya Menggunakan Krim Bermerkuri: Kenapa Kulit Bisa Rusak Parah?

10 hours ago

Awalnya mungkin terasa menyenangkan. Baru beberapa hari atau minggu memakai krim tertentu, wajah terlihat lebih putih. Flek tampak memudar dan warna kulit terlihat lebih rata.

Karena hasilnya cepat, produk tersebut pun dianggap cocok.

Masalahnya, perubahan yang sangat cepat tidak selalu berarti kulit sedang menjadi lebih sehat. Beberapa krim pemutih ilegal bisa mengandung merkuri, yaitu logam berat yang berbahaya jika terus digunakan pada kulit.

Bukannya memperbaiki kondisi kulit, penggunaan dalam jangka panjang justru berisiko menyebabkan iritasi, perubahan warna kulit, hingga masalah kesehatan di luar kulit. WHO juga menyebut produk pencerah kulit yang mengandung merkuri berbahaya bagi kesehatan dan penggunaannya telah dilarang atau dibatasi di banyak negara.

Lalu, kenapa krim seperti ini bisa membuat wajah terlihat putih dengan cepat?

Apa Itu Merkuri dan Kenapa Ada dalam Krim Wajah?

Merkuri adalah logam berat yang sebenarnya tidak seharusnya digunakan sembarangan dalam kosmetik.

Pada beberapa produk pencerah kulit ilegal, merkuri ditambahkan karena bisa menghambat pembentukan melanin. Melanin adalah pigmen alami yang memberi warna pada kulit, rambut, dan mata.

Ketika produksinya ditekan, kulit bisa terlihat lebih terang dalam waktu relatif singkat. Inilah yang membuat sebagian krim bermerkuri terasa seperti memberikan hasil "instan".

Padahal, efek tersebut bukan tanda bahwa kondisi kulit membaik. WHO menjelaskan bahwa merkuri pada produk pencerah bekerja dengan menghambat produksi melanin, sementara paparannya bisa menimbulkan gangguan pada kulit, ginjal, dan sistem saraf.

Kenapa Krim Bermerkuri Bisa Cepat Memutihkan Wajah?

Banyak orang tergoda menggunakan krim pemutih karena ingin menghilangkan flek, bekas jerawat, atau kulit kusam dengan cepat.

Krim bermerkuri memang bisa membuat:

  • Kulit terlihat lebih terang
  • Noda gelap tampak berkurang
  • Warna kulit terlihat lebih merata

Namun, efek cepat ini justru perlu dicurigai jika produknya tidak memiliki informasi kandungan dan izin edar yang jelas.

Kulit yang tampak putih belum tentu sehat. Jika bahan yang digunakan merusak atau mengganggu fungsi normal kulit, masalah baru bisa muncul setelah pemakaian berlangsung lebih lama.

Apa Saja Bahaya Krim Bermerkuri untuk Kulit?

Efek merkuri pada wajah tidak selalu langsung terlihat di awal pemakaian. Keluhannya bisa muncul perlahan, terutama jika produk dipakai berulang kali.

1. Kulit Mudah Iritasi

Kulit bisa terasa panas, perih, gatal, atau terlihat kemerahan. Pada sebagian orang, penggunaan produk berbahaya secara terus-menerus juga bisa memicu ruam dan peradangan.

FDA mencatat bahwa penggunaan berulang produk kulit dengan kadar merkuri tinggi bisa menyebabkan cedera langsung pada kulit.

2. Warna Kulit Menjadi Tidak Merata

Ironisnya, krim yang awalnya digunakan untuk meratakan warna kulit justru bisa menimbulkan perubahan warna pada kulit.

WHO memasukkan perubahan warna kulit (discoloration) dan jaringan parut sebagai beberapa masalah yang berkaitan dengan penggunaan produk pencerah yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri.

Akibatnya, wajah bisa terlihat belang atau muncul area yang warnanya berbeda dengan kulit di sekitarnya.

3. Kulit Menjadi Lebih Sensitif

Jika kulit terus mengalami iritasi dan peradangan, fungsi lapisan pelindungnya ikut terganggu.

Akibatnya, skincare yang sebelumnya terasa biasa saja bisa mulai terasa perih. Kulit juga lebih mudah merah, kering, atau tidak nyaman.

Pada kondisi seperti ini, mencoba semakin banyak produk aktif justru sering membuat kulit semakin sulit tenang.

Apa Ciri-Ciri Kulit yang Perlu Diwaspadai?

Tidak ada satu ciri khusus yang bisa memastikan seseorang terkena merkuri hanya dengan melihat wajahnya.

Namun, Anda perlu lebih berhati-hati jika setelah menggunakan krim tertentu muncul kondisi seperti:

  • wajah berubah sangat putih dalam waktu singkat,
  • kulit sering terasa panas atau perih,
  • muncul kemerahan yang berulang,
  • kulit menjadi sangat sensitif terhadap skincare,
  • muncul ruam atau iritasi,
  • warna kulit terlihat tidak merata,
  • kondisi kulit justru semakin sulit dikontrol setelah penggunaan lama.

Gejala tersebut tidak otomatis berarti kulit terkena merkuri. Alergi, dermatitis, penggunaan steroid tanpa pengawasan, atau bahan aktif lain yang terlalu keras juga bisa memberikan keluhan serupa.

Karena itu, diagnosis tidak sebaiknya hanya berdasarkan tampilan kulit.

Bahaya Merkuri Tidak Hanya Mengenai Wajah

Inilah salah satu alasan bahaya krim bermerkuri tidak boleh dianggap sebagai masalah kosmetik semata.

Merkuri yang mengenai kulit berulang kali bisa terserap ke dalam tubuh. FDA memperingatkan bahwa paparan dari produk pencerah dengan kadar merkuri tinggi bisa memengaruhi ginjal dan sistem saraf. Risiko meningkat seiring semakin sering dan semakin lama produk digunakan.

Gangguan saraf akibat paparan merkuri bisa meliputi tremor, kesemutan atau mati rasa, sakit kepala, hingga perubahan daya ingat dan suasana hati.

Ibu hamil dan anak juga termasuk kelompok yang perlu lebih berhati-hati terhadap paparan merkuri.

Kalau Krim Bermerkuri Dihentikan, Apa yang Terjadi?

Sebagian orang ragu berhenti karena merasa wajah kembali kusam atau flek terlihat lagi setelah krim tidak digunakan.

Hal ini bukan berarti kulit "membutuhkan" merkuri.

Jika sebelumnya pembentukan melanin ditekan, warna alami kulit atau masalah pigmentasi yang belum ditangani bisa kembali terlihat setelah pemakaian dihentikan. Sementara itu, iritasi yang sudah terjadi juga tidak selalu langsung hilang dalam beberapa hari.

Ada pula krim ilegal yang tidak hanya mengandung satu bahan. Misalnya, produk bisa saja dicampur dengan obat lain tanpa informasi yang jelas. Karena itu, reaksi setelah penghentian krim bisa berbeda pada setiap orang.

Yang sebaiknya dihindari adalah kembali menggunakan produk hanya karena wajah terlihat lebih gelap atau kusam setelah berhenti.

Apakah Kulit Rusak Akibat Merkuri Bisa Kembali Normal?

Pemulihan kulit bergantung pada kondisi masing-masing orang.

Lama pemakaian, tingkat iritasi, masalah pigmentasi yang muncul, serta produk lain yang digunakan ikut menentukan proses pemulihan.

Biasanya, fokus awal bukan langsung membuat kulit kembali putih atau menghilangkan flek secepat mungkin. Prioritasnya justru menenangkan kulit terlebih dahulu.

Perawatan bisa dimulai dengan menghentikan produk yang dicurigai, menggunakan skincare yang lebih sederhana, menjaga kelembapan kulit, dan melindungi wajah dari paparan sinar matahari.

Jika sudah muncul iritasi berat, ruam menetap, atau perubahan pigmentasi yang mengganggu, pemeriksaan dokter diperlukan agar penanganannya lebih sesuai.

Jangan Langsung "Membalas" dengan Banyak Skincare Aktif

Saat wajah terasa rusak akibat sebuah krim, wajar jika ingin memperbaikinya secepat mungkin.

Namun, menggunakan banyak bahan aktif sekaligus bukan selalu pilihan terbaik.

Untuk sementara, hindari kebiasaan seperti:

  • Terlalu sering melakukan peeling sendiri
  • Memakai scrub kasar
  • Mencoba banyak serum aktif sekaligus
  • Memakai krim racikan tanpa mengetahui isinya
  • Kembali menggunakan krim lama karena hasilnya dianggap lebih cepat.

Kulit yang sedang meradang membutuhkan waktu untuk pulih. Semakin banyak produk yang dicoba sekaligus, semakin sulit pula mengetahui bahan mana yang sebenarnya memicu iritasi.

Cara Menghindari Skincare yang Mengandung Merkuri

Tidak semua krim pemutih mengandung merkuri. Karena itu, tidak perlu takut menggunakan skincare selama produknya jelas dan digunakan dengan benar.

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:

  1. Periksa izin edar produk.Cek nomor notifikasi kosmetik melalui kanal resmi BPOM.
  2. Baca label dan komposisinya.Hindari produk tanpa informasi produsen dan kandungan yang jelas.
  3. Waspadai klaim hasil ekstrem dalam waktu sangat singkat.Misalnya janji kulit putih hanya dalam beberapa hari.
  4. Jangan hanya mengandalkan testimoni.Foto before-aftertidak bisa membuktikan keamanan sebuah produk.
  5. Berhenti menggunakan produk jika muncul reaksi yang tidak biasa.

FDA juga menyarankan konsumen menghindari produk yang mencantumkan istilah seperti mercury, mercuric, mercurous chloride, calomel, atau mercurio pada label.

Kulit Putih Cepat Belum Tentu Berarti Kulit Sehat

Hasil instan memang mudah membuat sebuah skincare terlihat menarik. Namun, kesehatan kulit tidak bisa dinilai hanya dari seberapa cepat wajah berubah menjadi putih.

Bahaya krim bermerkuri bukan hanya berupa iritasi atau perubahan warna kulit. Jika paparannya berlangsung terus-menerus, merkuri juga bisa masuk ke tubuh dan menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Jika wajah tiba-tiba menjadi sangat sensitif, merah, perih, atau mengalami perubahan pigmentasi setelah memakai krim tertentu, sebaiknya jangan terus mencoba produk baru untuk menutupinya. Cari tahu terlebih dahulu apa yang sedang terjadi pada kulit agar penanganannya lebih tepat.

1. Apa ciri-ciri wajah terkena merkuri?

Keluhan yang mungkin muncul antara lain iritasi, kemerahan, ruam, rasa perih, dan perubahan warna kulit. Namun, gejala tersebut juga bisa terjadi karena masalah kulit lain sehingga pemeriksaan tetap diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

2. Apakah krim merkuri membuat wajah putih permanen?

Tidak. Merkuri bekerja dengan menghambat pembentukan melanin. Ketika penggunaannya dihentikan, warna alami kulit atau pigmentasi yang sebelumnya ditekan bisa kembali terlihat.

3. Apa yang terjadi jika berhenti menggunakan krim merkuri?

Kondisinya berbeda pada setiap orang. Warna kulit bisa kembali seperti semula, sementara iritasi yang sudah muncul mungkin membutuhkan waktu untuk membaik.

4. Apakah kulit yang rusak akibat merkuri bisa pulih?

Pada banyak kasus, kondisi kulit bisa membaik setelah paparan dihentikan dan kulit ditangani dengan tepat. Namun, tingkat pemulihan bergantung pada lama paparan dan kondisi kulit masing-masing.

5. Berapa lama kulit pulih setelah berhenti memakai krim bermerkuri?

Tidak ada waktu yang sama untuk semua orang. Pemulihan bisa berlangsung bertahap tergantung masalah yang muncul, lama penggunaan krim, dan perawatan setelahnya.

6. Bagaimana mengetahui skincare mengandung merkuri?

Periksa izin edar, komposisi, produsen, dan label produk. Hindari skincare tanpa identitas yang jelas. Jika masih ragu, kandungan merkuri secara pasti memerlukan pemeriksaan laboratorium.

7. Apakah merkuri hanya berbahaya untuk kulit?

Tidak. Paparan merkuri juga bisa memengaruhi ginjal dan sistem saraf, terutama jika terjadi berulang atau dalam jangka panjang.

Hubungi Klinik dr Ratna untuk Dapatkan Treatment Wajah yang Aman Dengan Dokter Spesialis Profesional!

Kunjungi Klinik dr Ratna dan temukan layanan medis kebutuhan Anda bersama dokter kecantikan dan dermatologist terbaik kami. Buat janji temu sekarang!

Artikel Terkait

Lentigo, Bintik Hitam Pada Kulit: Apakah Berbahaya?

Pernahkah kamu melihat bintik-bintik hitam atau cokelat keci...

Apakah Semua Benjolan Kulit Bisa Diangkat dengan Eksisi?

Benjolan di wajah atau tubuh sering membuat seseorang ingin ...

Deteksi Dini Gejala Melanoma untuk Mencegah Kanker Kulit Berbahaya

Melanoma adalah salah satu jenis kanker kulit yang paling be...

Benjolan Kulit Apa Saja yang Bisa Ditangani dengan Electrocauter?

Punya benjolan kecil di wajah, leher, ketiak, atau bagian tu...

Kenapa Bopeng Bekas Jerawat (Acne Scar) Membutuhkan Tindakan Dokter, Bukan Krim?

Sudah ganti-ganti serum, pakai krim bekas jerawat, bahkan ru...