Kenapa Bopeng Bekas Jerawat (Acne Scar) Membutuhkan Tindakan Dokter, Bukan Krim?
1 day ago

Sudah ganti-ganti serum, pakai krim bekas jerawat, bahkan rutin melakukan skincare berbulan-bulan, tetapi bopeng tetap terlihat? Hal seperti ini cukup sering terjadi. Bukan karena semua produk yang digunakan tidak bekerja, tetapi karena bopeng bekas jerawat bukan sekadar masalah di permukaan kulit.

Bahaya Menggunakan Krim Bermerkuri: Kenapa Kulit Bisa Rusak Parah?
1 day ago

Awalnya mungkin terasa menyenangkan. Baru beberapa hari atau minggu memakai krim tertentu, wajah terlihat lebih putih. Flek tampak memudar dan warna kulit terlihat lebih rata. Karena hasilnya cepat, produk tersebut pun dianggap cocok. Masalahnya, perubahan yang sangat cepat tidak selalu berarti kulit sedang menjadi lebih sehat. Beberapa krim pemutih ilegal bisa mengandung merkuri, yaitu logam berat yang berbahaya jika terus digunakan pada kulit. Bukannya memperbaiki kondisi kulit, penggunaan dalam jangka panjang justru berisiko menyebabkan iritasi, perubahan warna kulit, hingga masalah kesehatan di luar kulit. WHO juga menyebut produk pencerah kulit yang mengandung merkuri berbahaya bagi kesehatan dan penggunaannya telah dilarang atau dibatasi di banyak negara. Lalu, kenapa krim seperti ini bisa membuat wajah terlihat putih dengan cepat?

Perbandingan Sofwave vs HIFU(High-Intensity Focused Ultrasound): Mana yang Lebih Efektif?
1 day ago

Kulit wajah mulai terasa kurang kencang, jawline tidak setegas dulu, atau area bawah dagu perlahan terlihat lebih turun? Keluhan seperti ini sering membuat orang mulai mencari treatment lifting tanpa operasi. Dua nama yang kemudian banyak muncul adalah Sofwave dan HIFU. Keduanya sama-sama menggunakan energi ultrasound dan ditujukan untuk membantu mengencangkan kulit. Karena terdengar mirip, wajar kalau muncul pertanyaan: Sofwave vs HIFU, sebenarnya mana yang lebih efektif?

Manfaat Chemical Peeling Medis Dibandingkan Scrub Wajah Biasa
1 day ago

Kulit terasa kusam atau kasar sering membuat kita ingin segera melakukan eksfoliasi. Cara yang paling familiar biasanya dengan memakai scrub wajah. Rasanya memang cukup memuaskan ketika kulit terasa lebih halus setelah digosok. Namun, kalau masalah kulit yang ingin ditangani bukan sekadar sel kulit mati di permukaan, scrub belum tentu menjadi pilihan yang paling tepat. Ada metode eksfoliasi lain, yaitu chemical peeling, yang bekerja dengan cara berbeda.

5 Kebiasaan yang Bisa Membuat Hasil Botox Lebih Cepat Berkurang
2 days ago

Botox sering dipilih untuk membantu menyamarkan garis ekspresi, seperti kerutan di dahi, garis di antara alis, hingga garis halus di sekitar mata. Meski hasilnya bertahan selama beberapa bulan, Botox bukanlah treatment dengan efek permanen. Seiring waktu, aktivitas otot akan kembali secara bertahap dan garis ekspresi mulai terlihat lagi. Selain respons tubuh masing-masing orang, kebiasaan sehari-hari juga memengaruhi kondisi kulit dan membuat hasil treatment terlihat kurang optimal. Karena itu, memahami pantangan setelah botox serta menjaga gaya hidup sehat merupakan bagian penting dari perawatan setelah treatment. Perlu dipahami bahwa tidak semua kebiasaan di bawah ini terbukti secara langsung mempercepat pemecahan botulinum toxin di dalam tubuh. Namun, beberapa di antaranya diketahui berkaitan dengan dehidrasi, pembengkakan, kerusakan kolagen, serta munculnya tanda penuaan kulit. Kondisi tersebut dapat membuat efek peremajaan setelah Botox terasa lebih cepat berkurang.

Eye Rejuvenation: 5 Tanda Area Mata Mulai Menua
2 days ago

Area sekitar mata sering menjadi bagian wajah yang lebih cepat menunjukkan perubahan seiring bertambahnya usia. Awalnya mungkin hanya terlihat garis tipis saat tersenyum. Lama-kelamaan, garis tersebut bisa semakin jelas, disertai kantung mata, lingkaran gelap, kulit kendur, atau bagian bawah mata yang tampak cekung. Perubahan ini sebenarnya wajar terjadi. Namun, mengenali tanda penuaan area mata sejak awal dapat membantu memilih perawatan yang lebih sesuai. Sebab, tidak semua masalah di sekitar mata disebabkan oleh kurang tidur dan tidak semuanya bisa diatasi hanya dengan eye cream.

Eye Secretome Rejuve Booster untuk Mata Panda dan Eye Bag
2 days ago

Area bawah mata sering menjadi salah satu bagian wajah yang paling cepat terlihat lelah. Mata panda, garis halus, kulit yang tampak tipis, hingga kantung mata bisa tetap terlihat meskipun waktu tidur sudah cukup dan skincare sudah digunakan secara rutin. Mata panda dan eye bag bisa muncul karena banyak faktor, mulai dari pigmentasi, kulit yang semakin tipis, cekungan bawah mata, hingga perubahan struktur jaringan seiring bertambahnya usia. Jika masalahnya berasal dari perubahan pada kulit atau jaringan bawah mata, skincare saja mungkin belum cukup. Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Eye Secretome Rejuve Booster. Treatment secretome mata ini membantu merawat kulit bawah mata agar tampak lebih halus, segar, dan terawat.

Kelopak Mata Turun Setelah Botox? Kenali Botox Ptosis dan Cara Menanganinya
2 days ago

Botox sering dipilih untuk membantu menyamarkan garis ekspresi dan membuat tampilan wajah terlihat lebih segar. Namun, pada sebagian kecil kasus, perubahan yang tidak diharapkan bisa muncul setelah prosedur, salah satunya kelopak mata yang terlihat lebih turun atau terasa berat. Kondisi ini dikenal sebagai ptosis setelah botox. Melihat kelopak mata turun setelah botox tentu menimbulkan kekhawatiran, terutama jika hanya terjadi pada satu sisi sehingga wajah tampak tidak simetris. Meski demikian, kondisi ini umumnya bersifat sementara dan akan membaik seiring berkurangnya efek botulinum toxin. Tetap diperlukan evaluasi dokter untuk memastikan jenis ptosis dan menentukan penanganan yang sesuai.

Mengenal Teknologi Sofwave: Solusi Ultrasound Terbaru untuk Mengencangkan Kulit Tanpa Operasi
2 days ago

Pernah merasa wajah terlihat lebih turun meski berat badan tidak banyak berubah? Garis rahang mulai kurang tegas, kulit di bawah dagu terasa lebih longgar, atau area leher tidak sekencang dulu. Perubahan seperti ini cukup umum seiring bertambahnya usia karena produksi kolagen dan elastin ikut menurun. Bagi sebagian orang, kondisi tersebut mulai mengganggu penampilan, tetapi operasi belum menjadi pilihan. Di sinilah treatment berbasis energi seperti Sofwave mulai dipertimbangkan. Teknologi ini menggunakan ultrasound untuk membantu merangsang pembaruan kolagen tanpa sayatan dan tanpa tindakan bedah.

Kapan Waktu yang Tepat Mulai Melakukan Laser RejuvenationAnti-Aging?
2 days ago

Bayangkan kulit wajah Anda seperti sebuah aset investasi jangka panjang. Semakin dini dan tepat cara Anda mengelolanya, semakin optimal pula hasil yang bisa dinikmati di masa depan. Namun, pertanyaan klasik ini sering kali muncul di benak banyak orang: "Apakah saya masih terlalu muda untuk perawatan anti-aging?" atau justru "Apakah sudah terlambat jika saya baru memulainya di usia 40-an?" Di tengah gempuran tren skincare harian, banyak orang lupa bahwa krim topikal saja terkadang tidak cukup untuk mengatasi penurunan produksi kolagen secara alami. Di sinilah laser rejuvenation hadir sebagai salah satu solusi modern paling efektif. Lantas, kapan sebenarnya waktu yang paling tepat untuk memulainya? Mari kita bedah tuntas panduan medisnya agar Anda tidak salah langkah.

Treatment untuk Benjolan Kulit di Klinik dr Ratna Surabaya
Saturday, 25 Jul 2026

Benjolan di kulit sering memicu kekhawatiran, terutama jika ukurannya membesar, terasa nyeri, atau muncul di area yang terlihat. Meski banyak benjolan bersifat jinak, setiap jenis memiliki penyebab dan karakter berbeda. Karena itu, hindari memencet, menggunting, atau mengoleskan obat tanpa mengetahui diagnosisnya. Pemeriksaan dokter membantu mengenali jenis benjolan pada kulit serta menentukan apakah cukup dipantau atau memerlukan tindakan medis. Dokter akan memilih treatment benjolan kulit berdasarkan jenis, ukuran, lokasi, kedalaman, dan kondisi pasien sehingga lebih aman dibanding mencoba menghilangkannya sendiri.

Jenis-Jenis Benjolan pada Kulit: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Penanganannya
Saturday, 25 Jul 2026

Benjolan pada kulit bisa muncul dalam berbagai ukuran, bentuk, warna, dan tekstur. Sebagian benjolan terasa lunak dan mudah digerakkan, sedangkan sebagian lainnya terasa keras, kasar, gatal, atau nyeri. Benjolan juga bisa tumbuh di permukaan maupun menjadi benjolan dalam kulit yang sulit terlihat secara langsung. Meski banyak benjolan bersifat jinak, penampilan fisik saja tidak selalu cukup untuk memastikan penyebabnya. Beberapa kondisi kulit yang berbeda bahkan bisa terlihat sangat mirip. Karena itu, mengenali jenis benjolan pada kulit sebaiknya menjadi langkah awal untuk menentukan kapan Anda perlu melakukan pemeriksaan medis, bukan sebagai dasar untuk mendiagnosis diri sendiri.