Cara kerja Botox rahang dimulai ketika botulinum toxin menghambat pelepasan sinyal saraf yang memicu kontraksi otot. Otot masseter kemudian bekerja lebih ringan dan perlahan mengalami pengurangan volume. Perubahan inilah yang dapat membuat bagian bawah wajah tampak lebih kecil.
Sebuah tinjauan sistematis dalam Journal of Cosmetic Dermatology melaporkan bahwa ketebalan otot masseter dapat berkurang hingga sekitar 31 persen. Efek maksimal umumnya teramati pada minggu ke-10 hingga ke-12 setelah penyuntikan. Namun, besarnya perubahan tetap dipengaruhi oleh dosis, anatomi, kekuatan otot, dan respons tubuh setiap pasien.
Botox akan lebih sesuai bagi wajah lebar akibat pembesaran otot masseter. Jika lebar wajah lebih dominan berasal dari tulang rahang, lemak, atau kulit kendur, botox wajah V-Shape saja mungkin belum menghasilkan perubahan yang diharapkan.