Dermis mengandung kolagen, elastin, dan glikosaminoglikan (GAG) yang berperan menjaga kekuatan, elastisitas, dan kelembapan kulit. Seiring usia, produksi kolagen dapat menurun sekitar 1 hingga 1,5 persen per tahun, sementara paparan UV, polusi, merokok, kurang tidur, dan perubahan hormon dapat mempercepat penurunan kualitas kulit.
Banyak skin booster wajah menggunakan hyaluronic acid karena mampu menarik dan mempertahankan air. Tinjauan ilmiah 2024 menyebutkan bahwa hyaluronic acid dapat mengikat air hingga 1.000 kali volumenya. Injeksi bahan ini juga dikaitkan dengan perbaikan hidrasi, tekstur, kekasaran kulit, serta peningkatan ketebalan dermis sekitar 4 persen pada salah satu studi.
Namun, kualitas kulit tidak hanya bergantung pada hidrasi. Kolagen dan elastin tetap penting untuk menjaga struktur dan kelenturan kulit. Karena itu, treatment skin booster dapat dilengkapi collagen stimulator untuk mendukung stimulasi komponen dermis, dengan hasil yang dapat berbeda sesuai bahan, teknik, dan kondisi kulit.