Membedakan fungal acne dan jerawat biasa memang tidak selalu mudah hanya dari tampilan kulit. Namun, ada beberapa karakteristik yang bisa menjadi petunjuk.
1. Bentuk dan ukuran bintil
Fungal acne biasanya terlihat sebagai bintil-bintil kecil dengan ukuran yang relatif seragam. Lesi sering muncul dalam kelompok dan terlihat seperti bruntusan.
Sementara itu, jerawat biasa memiliki bentuk yang lebih beragam. Satu area bisa menunjukkan komedo, bintil merah, pustul berisi nanah, atau jerawat yang lebih besar dan meradang.
2. Rasa gatal
Rasa gatal lebih sering menyertai fungal acne. Keluhan bisa terasa semakin mengganggu ketika kulit berkeringat atau berada di lingkungan yang panas dan lembap.
Jerawat biasa lebih sering menimbulkan rasa nyeri, perih, atau tidak nyaman ketika mengalami peradangan. Rasa gatal bukan ciri utama acne vulgaris.
3. Keberadaan komedo
Komedo merupakan salah satu tanda yang umum pada acne vulgaris. Komedo terbuka atau blackhead dan komedo tertutup atau whitehead muncul akibat sumbatan pada folikel.
Pada fungal acne, komedo biasanya tidak menjadi ciri utama. Bintil yang muncul lebih sering memiliki tampilan seragam tanpa komedo yang menyertainya.
4. Lokasi kemunculan
Keduanya bisa muncul di wajah, dada, maupun punggung. Namun, fungal acne cukup sering mengenai dahi dan garis rambut, serta area tubuh yang mudah berkeringat seperti dada dan punggung.
Acne vulgaris juga sering muncul di wajah, terutama pada area dengan produksi minyak yang tinggi. Jerawat di dada dan punggung juga cukup umum.
5. Respons terhadap perawatan
Salah satu petunjuk yang sering diperhatikan adalah respons kulit terhadap perawatan jerawat.
Jika bintil-bintil yang tampak seperti jerawat tidak kunjung membaik meski sudah menggunakan perawatan acne, dokter perlu mempertimbangkan kemungkinan kondisi lain, termasuk Malassezia folliculitis.
Namun, kondisi ini tidak cukup untuk memastikan bahwa seseorang mengalami fungal acne. Pemeriksaan dokter tetap penting untuk menentukan penyebab yang paling sesuai dengan kondisi kulit.