Filler memang memiliki tempat dalam estetika area bibir. Namun, menganggap semua lip lines harus diatasi dengan menambah volume merupakan pendekatan yang terlalu sederhana.
Bibir yang lebih bervolume tidak otomatis memiliki tekstur kulit yang lebih halus. Bila masalah utamanya berkaitan dengan kualitas kulit, perubahan kolagen, atau aktivitas otot, penambahan volume saja belum tentu menjadi pendekatan yang paling sesuai.
Di sisi lain, bukti ilmiah menunjukkan filler hyaluronic acid memang dapat membantu pada indikasi tertentu. Dalam uji klinis terhadap 202 orang dengan kerutan perioral sedang hingga berat, kelompok yang mendapat filler menunjukkan responder rate 80,7% pada minggu ke-8, dibandingkan 7,8% pada kelompok tanpa treatment. Sebanyak 66% peserta masih tergolong responder pada minggu ke-52.
Data tersebut menunjukkan filler dapat bermanfaat pada pasien yang tepat, bukan berarti filler menjadi pilihan untuk setiap lip lines. Penilaian terhadap volume, kedalaman garis, kondisi kulit, dan gerakan area mulut tetap diperlukan sebelum menentukan tindakan.