Anggapan bahwa botox bikin ketagihan muncul dari dua hal utama: kesalahpahaman tentang cara kerja zat ini dan pengamatan terhadap orang-orang yang terus mengulang prosedur.
Ketika seseorang melihat artis atau influencer yang rutin suntik Botox setiap beberapa bulan sekali, asumsi yang muncul adalah "pasti ada efek candu di sana." Padahal, alasan mereka kembali sangat sederhana: mereka puas dengan hasilnya dan ingin mempertahankannya, sama seperti seseorang yang terus mewarnai rambut bukan karena ketergantungan kimia, melainkan karena suka tampilannya.
Media sosial turut memperkuat mitos ini dengan menampilkan konten sensasional tanpa konteks medis yang akurat.
Faktor Psikologis vs Ketergantungan Medis
Penting untuk memahami perbedaan antara kebiasaan dan kecanduan. Secara medis, kecanduan melibatkan zat adiktif yang mempengaruhi sistem saraf pusat. Pada botox, keinginan untuk mengulang lebih disebabkan oleh faktor psikologis, bukan ketergantungan kimia.